Apa Itu Artificial Intelligence (AI) dan Coding?
AI adalah kemampuan komputer atau mesin untuk 'belajar' dari data dan melakukan tugas tertentu secara mandiri. Misalnya, AI di media sosial bisa memahami minat berdasarkan video yang kita tonton dan memberikan rekomendasi serupa, dan contoh lainnya bisa kita lihat pada asisten virtual seperti Siri atau Google Assistant.
Coding adalah kemampuan untuk membuat program komputer yang membuat perangkat atau aplikasi bisa 'berpikir' dan bekerja. Dengan coding, kamu bisa membuat aplikasi, situs web, dan bahkan mengembangkan AI! Di masa depan, kemampuan coding akan sangat berguna karena hampir semua bidang akan bersinggungan dengan teknologi.
Coding dapat membantu kamu untuk memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang sistematis dan terstruktur, sehingga keterampilan ini dapat membantu kamu berpikir lebih terorganisir dan kreatif.
Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) merupakan langkah strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi era digital, khususnya Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0. Berdasarkan Naskah Akademik Februari 2025, kebijakan ini bertujuan mengintegrasikan Koding dan KA ke dalam sistem pendidikan dasar dan menengah guna meningkatkan literasi digital, kemampuan berpikir komputasional, dan etika teknologi, sehingga mencetak generasi yang kompetitif dan bertanggung jawab.
Pembelajaran Koding dan KA dirancang untuk mengembangkan keterampilan esensial peserta didik, meliputi berpikir komputasional, analisis data, algoritma pemrograman, serta pemahaman etika KA. Pendekatan ini disesuaikan dengan tahapan perkembangan peserta didik di setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, untuk memastikan relevansi dan efektivitas pembelajaran.
Integrasi Kurikulum
Koding dan KA ditetapkan sebagai mata pelajaran pilihan dengan alokasi waktu 2 jam per minggu untuk SD (kelas 5-6), SMP (kelas 7-9), dan SMA/SMK (kelas 10). Untuk SMA kelas 11-12, alokasi dapat ditingkatkan hingga 5 jam, dan SMK kelas 11-12 hingga 4 jam.
Pendekatan Berjenjang
Di SD, fokus pada berpikir komputasional dan literasi digital dasar melalui metode unplugged dan berbasis permainan. Di SMP, peserta didik diperkenalkan pada pemrograman berbasis blok dan konsep KA sederhana. Di SMA/SMK, pembelajaran mencakup pemrograman berbasis teks dan aplikasi KA.
Metode Pembelajaran
Menggunakan pendekatan problem-based learning, project-based learning, inkuiri, dan gamifikasi, dengan media seperti perangkat digital, platform online, modul interaktif, serta alat nondigital seperti kartu dan papan.
Kurikulum Koding untuk Semua Tingkat Pendidikan
Jenjang Sekolah Dasar
Menghasilkan solusi masalah harian dengan alat bantu seperti balok susun
Menyusun langkah sistematis dan logis menggunakan simbol atau kata terbatas
Menjalankan instruksi bersyarat sederhana (dengan logika percabangan & pengulangan)
Memahami distopia teknologi
Jenjang SMP / MTs
Merancang sistem manajemen sederhana untuk pengolahan data
Menulis program simbolik di aplikasi sederhana
Merancang produk digital sederhana
Jenjang SMA/SMK
Merancang program teks kompleks dengan fungsi dan modul
Membuat program teks untuk simulasi nyata
Membuat produk digital yang lebih kompleks